Cara Move On yang Salah
Dalam menjalin sebuah hubungan asmara tidak selalu
berakhir indah. Hal terberat yang harus dihadapi adalah putus cinta, ketika
hubungan yang kita jalani sudah lama atau bahkan sangat lama hingga
bertahun-tahun kemudian putus di tengah jalan karena alasan tertentu. Hal
tersebut memang sangat berat karena hal-hal yang awalnya menyenangkan seketika
berubah menjengkelkan, atau hal-hal yang awalnya merupakan kebahagiaan berubah
menjadi suatu kesedihan yang mendalam. Sampai berujung pada frustasi atau
depresi karena tidak mampu bangkit kembali setelah putus cinta.
Putus cinta bukanlah akhir dari segalanya. Kamu bisa
melakukan segala sesuatu yang kamu inginkan yang mungkin tidak bisa atau sempat
tertunda saat kamu sedang menjalin hubungan dengan mantan pacarmu. Misalnya
saja jogging tiap pagi, quality time
bersama keluarga, dan hangout
rame-rame sama teman-temanmu yang sudah jarang kamu lakukan karena selalu sibuk
jalan sama pacarmu. Untuk itu, kamu wajib banget bangkit dan move on! Jangan terlalu lama
berlarut-larut dalam kesedihan.
Banyak cara yang dapat dilakukan supaya kamu bisa move on.
Namun, apakah cara yang kamu lakukan sudah benar? Berikut ini adalah
hal-hal yang salah yang sering dilakukan saat ingin move on. Simak baik-baik yaaa
1. Menghapus kontak dan mem-block semua media sosial mantan
Kamu berpikir dengan kamu menghapus
semua yang berhubungan dengan mantan, kamu dapat dengan mudah move on. Ternyata hal tersebut salah!
Kamu hanya menutup akses untuk menghubungi dan men-stalk mantanmu. Selebihnya kamu masih penasaran dan terus
memikirkan mantanmu.
2. Cepat-cepat mencari pacar baru
Memang cara ini cukup baik, jika
digunakan dengan bijak dan penuh pertimbangan. Saya yakin masih ada beberapa
orang yang mengatakan seperti ini setelah putus, “Lihat saja, aku akan segera
menemukan orang yang lebih baik dari kamu.” Alangkah lebih baik jika kamu sudah
melupakan hal-hal yang menyakitkan ketika bersama mantan, bangkit, dan
membulatkan komitmen setelah itu baru mencari pengganti.
Jika Anda melakukan hal ini, pasangan
Anda akan kecewa karena “menggunakannya” sebagai pelampiasan. Kemungkinan
lainnya, Andalah yang malah kecewa karena terburu-buru dalam memilih pengganti
dan masih terbayang-bayang oleh perasaan yang dulu.
3. Menarik diri dari dunia sosial
Hal ini sering dilakukan pasca putus
karena rasa sakit yang mendalam dan tak kunjung sembuh. Kita akan cenderung
menutup diri, tidak bersosialisasi dengan orang lain, dan lebih banyak
mengurung diri di kamar untuk melamun.
Mengurung diri di kamar baik-baik saja
selama kamu tidak terus-menerus melamun. Memang ada saatnya dimana kita perlu
waktu sendiri untuk intropeksi diri kita supaya kita menjadi orang yang lebih
baik lagi.
4. Mempersibuk diri
Di satu sisi melakukan banyak aktivitas
merupakan hal yang baik namun, di sisi yang lain hal ini buruk. Baik karena
mungkin tugas-tugas kuliah kamu yang biasanya terbengkalai bisa kamu selesaikan
tepat waktu, lebih rajin belajar, kinerjamu di kantor jadi lebih di apresiasi
oleh atasan, atau kamu dapat melakukan hobimu dengan lebih rutin. Namun, ada
yang perlu kamu perhatikan lebih lagi yaitu kesehatanmu. Jangan sampai dengan
kamu mempersibuk aktivitasmu, kesehatanmu terganggu.
Itulah beberapa hal
yang sering kita lakukan pasca putus dan menurut kita baik ternyata salah dan
berdampak buruk. Mungkin ada kesalahan lainnya yang belum saya tuliskan, boleh share atau komen disini yaaaa :)