08 Juni 2015

Cara move on yang Salah



Cara Move On yang Salah

Dalam menjalin sebuah hubungan asmara tidak selalu berakhir indah. Hal terberat yang harus dihadapi adalah putus cinta, ketika hubungan yang kita jalani sudah lama atau bahkan sangat lama hingga bertahun-tahun kemudian putus di tengah jalan karena alasan tertentu. Hal tersebut memang sangat berat karena hal-hal yang awalnya menyenangkan seketika berubah menjengkelkan, atau hal-hal yang awalnya merupakan kebahagiaan berubah menjadi suatu kesedihan yang mendalam. Sampai berujung pada frustasi atau depresi karena tidak mampu bangkit kembali setelah putus cinta.
Putus cinta bukanlah akhir dari segalanya. Kamu bisa melakukan segala sesuatu yang kamu inginkan yang mungkin tidak bisa atau sempat tertunda saat kamu sedang menjalin hubungan dengan mantan pacarmu. Misalnya saja jogging tiap pagi, quality time bersama keluarga, dan hangout rame-rame sama teman-temanmu yang sudah jarang kamu lakukan karena selalu sibuk jalan sama pacarmu. Untuk itu, kamu wajib banget bangkit dan move on! Jangan terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan.
Banyak cara yang dapat dilakukan supaya kamu bisa move on.  Namun, apakah cara yang kamu lakukan sudah benar? Berikut ini adalah hal-hal yang salah yang sering dilakukan saat ingin move on. Simak baik-baik yaaa

1.      Menghapus kontak dan mem-block semua media sosial mantan
Kamu berpikir dengan kamu menghapus semua yang berhubungan dengan mantan, kamu dapat dengan mudah move on. Ternyata hal tersebut salah! Kamu hanya menutup akses untuk menghubungi dan men-stalk mantanmu. Selebihnya kamu masih penasaran dan terus memikirkan mantanmu.
2.      Cepat-cepat mencari pacar baru
Memang cara ini cukup baik, jika digunakan dengan bijak dan penuh pertimbangan. Saya yakin masih ada beberapa orang yang mengatakan seperti ini setelah putus, “Lihat saja, aku akan segera menemukan orang yang lebih baik dari kamu.” Alangkah lebih baik jika kamu sudah melupakan hal-hal yang menyakitkan ketika bersama mantan, bangkit, dan membulatkan komitmen setelah itu baru mencari pengganti.
Jika Anda melakukan hal ini, pasangan Anda akan kecewa karena “menggunakannya” sebagai pelampiasan. Kemungkinan lainnya, Andalah yang malah kecewa karena terburu-buru dalam memilih pengganti dan masih terbayang-bayang oleh perasaan yang dulu.
3.      Menarik diri dari dunia sosial
Hal ini sering dilakukan pasca putus karena rasa sakit yang mendalam dan tak kunjung sembuh. Kita akan cenderung menutup diri, tidak bersosialisasi dengan orang lain, dan lebih banyak mengurung diri di kamar untuk melamun.
Mengurung diri di kamar baik-baik saja selama kamu tidak terus-menerus melamun. Memang ada saatnya dimana kita perlu waktu sendiri untuk intropeksi diri kita supaya kita menjadi orang yang lebih baik lagi.
4.      Mempersibuk diri
Di satu sisi melakukan banyak aktivitas merupakan hal yang baik namun, di sisi yang lain hal ini buruk. Baik karena mungkin tugas-tugas kuliah kamu yang biasanya terbengkalai bisa kamu selesaikan tepat waktu, lebih rajin belajar, kinerjamu di kantor jadi lebih di apresiasi oleh atasan, atau kamu dapat melakukan hobimu dengan lebih rutin. Namun, ada yang perlu kamu perhatikan lebih lagi yaitu kesehatanmu. Jangan sampai dengan kamu mempersibuk aktivitasmu, kesehatanmu terganggu.

Itulah beberapa hal yang sering kita lakukan pasca putus dan menurut kita baik ternyata salah dan berdampak buruk. Mungkin ada kesalahan lainnya yang belum saya tuliskan, boleh share atau komen disini yaaaa :)